Tampilkan postingan dengan label Adab-Adab Sesuai agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab-Adab Sesuai agama Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2014

Adab-Adab Perjalanan (Safar)

Adab Perjalanan (safar) : Doa naik kendaraan...Masuk kampung..
Adab-Adab Perjalanan atau Safar khusus bagi wanita :
  • Sebelum memulai suatu perjalanan, sebaiknya melaksanakan "shalat safar" dan berdoa semoga Allah Swt memudahkan perjalanan kita, rezeki kita, tempat tinggal, dan ilmu yang bermanfaat.
  • Sebelum keluar dari rumah, berpakaianlah menutup aurat dengan sempurna (pakaian yang syar'i).
  • Dilarang memakai wangi-wangian (parfum) yang berbau menyengat.
  • Harus ditemanin oleh Mahramnya. Dilarang pergi sendirian, terutama pada malam hari.
  • Ketika keluar dari rumah membaca doa :
 "Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (pertolongan) Allah".
  • Keluar rumah mendahulukan kaki kiri, tetapi memakai alas kaki (sendal atau sepatu) dengan mendahulukan kaki kanan dan berdoa :
 "Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari iblis dan tentaranya".
  • Naik kendaraan mendahulukan kaki kanan, dan membaca :
 "Dengan menyebut nama Allah"
  • Duduk di dalam kendaraan dengan membaca :
 "Segala puji hanya bagi Allah"
  • Ketika berada didalam kendaraan, membaca doa perjalanan :
 "Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu mengendalikannya. Dan sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada Rabb kami".
  • Kemudian mengucapkan "Alhamdulillah" (3x), "Allahu Akbar" (3x). Dan dilanjutkan dengan doa :
 "Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri, karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku selain Engkau (Allah)".
Catatan : Setelah membaca doa ini, maka pandanglah ke atas sambil tersenyum. 
  • Berdoa ketika kendaraan mulai berjalan :
 "Ya Allah, Mudahkanlah bagi kami perjalanan ini dan dekatkanlah bagi kami jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan wakil penjaga dalam keluarga".
  • Di dalam perjalanan sentiasa menjaga pandangan.
  • Sentiasa berzikir atau ingat kepada Allah Swt. 
  • Apabila jalan mendatar ucapkanlah :
 "Segala Puji hanya bagi Allah".
  • Apabila Jalan menanjak ucapkanlah :

"Allah Maha Besar".
  • Apabila jalan menurun maka ucapkanlah :

"Maha Suci Allah"
  • Jika jalan berlika-liku atau berbelok-belok, lubang maka  ucapkanlah :
 "Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (pertolongan) Allah".
  • Pada saat melalui jembatan, berdoalah :
 "Ya Allah, Ya Rabbi, Selamatkanlah dan selamatkan"
  • Jika melihat benda-benda atau bangunan atau suasana yang menakjubkan, berdoalah :
 "Ya Allah, tiada kehidupan kecuali kehidupan di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia".
  • Jika melihat wanita yang memperlihatkan auratnya maka berdoalah :
 "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari fitnah wanita".
  • Doa ketika melihat kebatilan atau kemaksiatan :
 "Telah datang kebenaran dan musnahlah kebatilan. Sesungguhnya yang batil pasti lenyap, kebenaran telah datang sehingga yang batil, tidak akan dimulai dan tidak pula kembali lagi".
  • Apabila melihat Mesjid, maka bershalawat kepada Rasulullah Saw.
  • Apabila melihat tempat ibadah non muslim, maka ucapkanlah :
 "Tiada ilah selain Allah (3x). Tiada yang berhak disembah kecuali Allah".
  • Doa ketika kendaraan mogok atau mengalami kecelakaan :
 "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang".
  • Doa Masuk suatu desa atau kota atau perkampungan, sebaiknya membaca :
 "Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di kampung (tempat) ini (3kali). Ya Allah, karuniakanlah kepada kami rezeki dari tempat ini dan pertautkanlah kasih sayang di antara kami dengan penduduk beserta orang-orang shalihnya".
  • Doa turun dari kendaraan :
 "Ya Allah, turunkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baiknya yang memberi tempat".
Apa yang kita baca, kita niat amalkan dan sampaikan. InsyaAllah.
Apabila ada kesalahan atau kekurangan, mohon komentar artikel ini. 

    Rabu, 19 Februari 2014

    Adab-Adab Berbelanja (ke Pasar)

    "Tempat yang disukai Allah dimuka bumi ini adalah Mesjid, sedangkan tempat yang dibenci Allah adalah pasar".

    Sesungguhnya menurut syariat Islam, yang pergi berbelanja buat kehidupannya sehari-hari adalah kaum suami atau laki-laki. Akan tetapi kita sebagai kaum istri atau wanita, apa tega melihat suami kita yang pergi berbelanja kepasar. Sedangkan suamilah yang mencari nafkah dari pagi sampai sore, banting tulang peras keringat hanya untuk membahagiakan keluarganya. 

    Tapi itulah yang namanya syariat Islam. Ingat didalam perintah Allah Swt dan Sunnah Rasulullah Saw pasti ada kebahagian.

    Bagi kaum istri atau wanita, yang tidak tega melihat suaminya kepasar, Silahkan aja para ibu-ibu yang berbelanja kepasar, asalkan ingat gunakan adab-adab sesuai Agama Islam. Adab-adab berbelanja kepasar antara lain :

    • Minta izin kepada suami
    • Sebaiknya Musyawarah terlebih dahulu, tulis apa saja yang ingin di beli.
    • Shalat sunnah dua rakaat dan berdoa kepada Allah Swt agar belanjan kita berkah.
    • Sebelum keluar dari rumah, berpakaianlah menutup aurat dengan sempurna (pakaian yang syar'i)
    • Usahakan bawa uang secukupnya saja.
    • Dilarang pakai wangi-wangian (parfum) yang berbau menyengat
    • Tidak memakai perhiasan berlebihan, agar tidak mengundang tindak kriminal.
    • Apabila memakai perhiasan, jangan memakai perhiasan yang dapat menyebabkan bunyi gemerincing apabila bergerak.
    • Harus di temain oleh mahramnya. Dilarang pergi sendirian
    • Ketika akan keluar dari rumah membaca doa :
     "Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah".
    • Keluar rumah dengan mendahulukan kaki kiri, tetapi memakai sandal dengan mendahulukan kaki kanan.
    • Gunakan adab-adab perjalanan. Baca selengkapnya adab-adab perjalanan
    • Baca doa sebelum masuk kedalam pasar :
     "Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan, dan kepunyaan-Nyalah segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak akan mati. Di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu".
    • Masuk kedalam pasar mendahulukan kaki kiri
    • Di dalam pasar senantiasa berzikir mengingat Allah Swt.
    • Senantiasa menjaga pandangan mata.
    • Hindari dari jalan percampurbauran atau berdesak-desakan, apalagi didalamnya ada laki-laki
    • Belanjalah di tempat orang Islam, khususnya belanja daging potong.
    • Hindarilah pembelian barang curian atau barang rampasan
    • Usahakan Cari pedagang yang muslimah (wanita).
    • Bersikap lemah lembut ketika berbelanja (khusus pedagang yang muslimah / Wanita)
    • Apabila pedagangnya laki-laki, maka berbicaralah dengan tegas dan singkat, jangan berkata lemah lembut apalagi merayu karena bisa mengundang fitnah.
    • Belanjalah barang atau makanan yang halal dan toyib, jangan yang syubhat atau meragukan apalagi yang haram.
    • Jika makanan kemasan, perhatikan label kehalalannya
    • Dilarang mencela atau menghina barang yang akan kita beli.
    • Dilarang berbohong atau menipu dalam transaksi jual beli
    • Hindari transaksi yang berbau riba.
    • Tidak mengeraskan suara ketika terjadi perdebatan.
    • Menjaga agar selalu memenuhi akad dan perjanjian atau kesepakatan diantara kedua belah pihak (penjual dan pembeli).
    • Menjaga kebersihan pasar.
    • Dilarang berlama-lamaan di pasar. Sebab pasar adalah tempat berkumpulnya syetan.
    • Keluar dari pasar hendaknya mendahulukan kaki kanan.
    • Keluar pasar hendaknya membaca sekurang-kurangnya 10 ayat Al-Quran.
    • pulang dari pasar menuju rumah hendaknya gunakan adab-adab perjalanan.
    • Sebelum masuk rumah membaca doa :
     "Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dengan Menyebut nama Allah kami keluar, dan hanya kepada Allah kami bertawakkal".
    • Masuk rumah dengan kaki kanan.
    Setelah selesai berbelanja di pasar dan sampai rumah, selanjutnya tinggal  mengolah atau masak buat suami dan anak-anak kita. jangan lupa memasak gunakan juga adab-adab. Adab-adab memasak.

    Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon dikomentari artikel ini. Apa yang kita baca, kita niat amalkan dan sampaikan. InsyaAllah.

    Senin, 17 Februari 2014

    Adab-Adab Mesjid

    Mesjid Merupakan rumah Allah Swt, tempat ibadah kaum muslimin. Mesjid juga merupakan tempat melakukan segala aktifitas yang mengandung ketaatan kepada Allah Swt. Rasulullah Saw mengajarkan agama kepada sahabat-sahabatnya didalam mesjid. Di zaman Rasulullah Saw dan para sahabat, mesjid bukan saja berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan saja, melainkan mesjid sebagai sentra atau pusat informasi. Rasulullah Saw dengan para sahabat selalu melakukan musyawarah baik itu musyawarah masalah urusan kenegaraan, menentukan strategi perang, mengirim para sahabat keseluruh penjuru dunia untuk mensyiarkan agama, serta tempat menjamu para tamu.
    Dari mesjidlah lahir Ulama-ulama besar, Para penghafal Al-Quran (Hafizh), para penghafal Hadist (Muhaddist), Da'i-Da'i, Para Mujahid. Intinya Mesjid merupakan syiar Islam yang mempunyai peran sangat penting.
    Karena mesjid merupakan tempat yang sangat penting, maka Rasulullah Saw mengajarkan kepada para sahabat tentang adab-adab atau sopan santun didalam mesjid. Adab mesjid diantaranya :
    • Memakai Pakaian yang terbaik atau sopan. Pakaian yang dipakai harus menutup aurat.
    • masuk ke mesjid dalam keadaan suci dari najis maupun hadast (memiliki wudhu)
    • Disunnahkan memakai wangi-wangian bagi laki-laki.
    • Jangan membawa bau-bauan yang tak sedap kedalam mesjid, baik itu bau dari anggota badan maupun benda-benda yang ikut terbawa.
    • Dilarang membawa senjata tajam yang tak bersarung (tertutup).
    • Jangan sampai membawa kotoran kedalam mesjid.
    • Jangan membawa benda-benda haram ke dalam mesjid.
    • Hedaknya bersegera datang menuju mesjid.
    • Berjalan ke mesjid dengan tenang dan sopan, jangan tergesa-gesa.
    • Hendaknya sebelum ke mesjid, kita niat i'tikaf untuk mencari keridhaan Allah Swt. Niat i'tikaf :
     "Saya niat beri'tikaf di dalam mesjid ini semata-mata karena Allah".
    • Doa sebelum masuk ke mesjid:
     "Ya Allah, bukalah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu".
    • Kemudian masuk mesjid dengan kaki kanan.
    • Bersegeralah melaksanakan "Shalat Tahiyyatul Mesjid" dua rakaat, sebelum melakukan kegiatan yang lain.
    • Ketika berada di dalam mesjid, perbanyaklah dengan amalan-amalan
    • Jika berbicara harus sesuai yang disyariatkan oleh Allah Swt dan Rasulullah Saw. Jangan bicara hanya tentang urusan dunia semata saja.
    • Ketika membaca Al-Quran atau berdzikir, hendaknya dengan suara rendah agar tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah.
    • Jangan menjadi muadzin walaupun suara kita merdu apabila kita sebagai pendatang, kecuali dipersilahkan oleh orang tempatan.
    • Jangan menjadi imam walaupun kita seorang hafizh Al-Quran apabila kita sebagai pendatang, kecuali dipersilahkan oleh orang tempatan.
    • Apabila mendengar suara adzan, hentikan segala kegiatan, tawajjuh mendengar dan menjawab adzan.
    • Doa setelah adzan selesai :
     "Ya Allah, yang menguasai dakwah yang sempurna ini dan shalat yang kami dirikan. Berikanlah pada Nabi Muhammad Saw wasilah, keutamaan, dan kedudukan yang terpuji. Sebagaimana yang telah Engkau janjikan padanya dan karuniakanlah kepada kami syafaatnya pada hari kiamat".
    • Dilarang keluar dari mesjid selesai adzan dikumandangkan, kecuali jika ada udzur atau alasan.
    • Hendaknya membuang dan membersihkan kotoran yang ditemukan atau dilihat di dalam mesjid.
    • Dianjurkan untuk berpindah dari tempat duduknya ketempat yang lain ketika merasa ngantuk.
    • Tidak boleh menjulurkan kaki ke arah kiblat.
    • Larangan keras meludah di mesjid
    • Hindari tidur di shaf pertama, karena para malaikat shalat di shaf terdepan.
    • Tidak menjadikan mesjid sebagai jalan lintasan. jika terpaksa melintasi dalam mesjid (darurat), hendaknya melakukan "Shalat tahiyyatul masjid".
    • Dilarang bersuara nyaring (bernyanyi, bersiul, berteriak, bertepuk tangan atau sesuatu yang menimbulkan kegaduhan)
    • Jangan bertransaksi atau jual beli di mesjid, jika ada yang demikian maka doakan dagangannya bangkrut.
    • Jangan mengumumkan barang yang hilang.
    • Keluar mesjid dengan mendahulukan kaki kiri dan berdoa : 
     "Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu dari karunia-Mu".

    Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon dikomentari artiket ini. Apa yang kita baca, kita niat amal dan sampaikan. InsyaAllah.

    Minggu, 16 Februari 2014

    Adab-Adab Tidur

    Tidur merupakan salah satu kenikmatan dari Allah Swt dan kebutuhan terpenting bagi jiwa dan raga kita. berbicara soal tidur, agama Islam telah mengatur bagaimana cara tidur yang baik sesuai perintah Allah Swt yang dicontohkan sunnah Rasulullah Saw. dengan tidur mengikuti sunnah Rasulullah, bukan saja sekedar mendapatkan pahala sunnah, melaikan juga kita akan mendapatkan manfaat dari tidur tersebut, yaitu kesehatan. Ingat didalam sunnah pasti ada kebahagian. Adab-adab sebelum dan bangun tidur :
    • Ingat tidak tidur terlalu malam setelah shalat isya alias begadang yang tidak bermanfaat.
    • Sebelum tidur, berwudhu terlebih dahulu, jadi tidur dalam keadaan suci.
    • Mengerjakan shalat-shalat sunnah, seperti shalat hajat,shalat taubat.
    • Apabila ada kekhawatiran tidak bangun shalat tahajud, diperbolehkan melaksanakan shalat witir sebelum tidur. Akan tetapi apabila sudah istiqomah shalat tahajudnya, maka diperbolehkan tidak melaksanakan shalat witir sebelum tidur.
    • Membaca Al Quran paling sedikit 10 ayat, membaca ayat Kursi, membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqoroh, namun lebih utama lagi membaca surat As-Sajadah dan Al-Mulk. disebutkan dalam hadist Rasulullah Saw bersabda "Barangsiapa membaca surat Al-Mulk setiap malam, maka ia akan diselamatkan dari siksa kubur".
    • Mengibas-ngibas tempat tidur. khawatir ada mahluk tempat tidur kita seperti semut dan sejenisnya, agar makhluk tersebut tidak tertindis oleh tubuh kita.
    • Bagi yang tidur di mesjid atau itikaf, diharuskan menggunakan alas tidur, dan mengibas-ngibas lantai tempat tidur kita.
    • Senantiasa menutup aurat.
    • Sebelum tidur, niatkan untuk melaksanakan shalat tahajud pada tengah malam. jadi jika kita tidak dapat melaksanakannya karena tertidur, maka kita tetap akan mendapat pahala shalat tahajud.
    • Membaca tasbih Fatimah sebelum tidur, yaitu "Subhaanallah 33 kali, Alhamdulillaah 33 kali, dan Allaahu Akbar 34 kali".
    • Membaca surat "Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas", kemudian dihembuskan (dengan isyarat meludah) kepada kedua telapak tangan, lalu diusapkan ke seluruh tubuh dimulai dari kepala, wajah, badan sampai keujung kaki. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali.
    • Sebelum tidur, hendaknya menghisab atau mengevaluasi diri sendiri dan merenungkan kembali perbuatan kita sehari-hari.
    • Hendaknya menyucikan hati dari sifat dengki, mengikhlaskan atau memaafkan kesalahan orang lain, buang sifat marah kita.
    • hendaknya memohon ampun atau bertaubat kepada Allah atas segala dosa-dosa kita perbuat pada hari itu
    • Hendaknya mencatat wasiat dan utang piutang sebelum tidur, lalu simpan di bawah bantal.
    • Disunnahkan memakai celak sebelum tidur, kegunaannya adalah dapat membuat mata cantik, bercahaya, dan jika diamalkan secara istiqomah, maka mata tidak akan menjadi kelabu. doa memakai celak :
     "Ya Allah sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segalanya".
    • Laki-laki tidak boleh tidur berdua dalam satu selimut, begitu pula wanita tidak boleh tidur berdua dalam satu selimut.
    • Tidak boleh tidur dengan kaki mengarah ke kiblat.
    • Tidak boleh tidur tengkurap
    • Tidak boleh tidur hanya memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa
    • Anak Laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah usia 6 tahun.
    • Apabila amalan-amalan diatas sudah kita kerjakan, maka diakhirin dengan membaca doa sebelum tidur, sebagai berikut :
     "Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu ya Allah aku mati".
    • Jika terbangun karena mimpi buruk, maka berdoalah sebanyak 3 kali, kemudian lakukan isyarat meludah kekiri sebanyak 3 kali. doanya sebagai berikut :
     "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syetan dan buruknya mimpi".
    • Jangan menceritakan mimpi buruk kita kepada siapapun. kecuali kepada orang yang kita percaya seperti orang tua kita.
    • Apabila mimpi buruk hendak berpindah posisi tidurnya.
    • Jika bangun tidur,hendaknya membaca doa terlebih dahulu sebelum berdiri dari tempat tidur kita. doanya :
     "Segala puji syukur bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mati, dan kepada-Nyalah tempat kembali".
    • Setelah bangun tidur, cucilah kedua tangan dengan air yang mengalir sebanyak 3 kali.
    • Membersihkan mulut dengan bersiwak.
    • Setelah itu beristintsaarlah atau menghirup kemudia mengeluarkan air dari hidung sebanyak tiga kali.
    • Berwudhu, kemudian mengerjakan amalan-amalan agama seperti shalat sunah, membaca Al-Quran, dan lain-lain
    • Waktu-waktu yang tidak boleh untuk tidur : "Antara Shubuh sampai waktu dhuha","Antara Ashar sampai Magrib", dan "Antara Magrib sampai Isya".

    Rasulullah Saw tidak pernah tidur dikasur yang empuk, terkadang hanya berlapiskan selimut, sering tidur beralaskan pelepah daun kurma. Rasulullah Saw tidak pernah merasakan tidur yang nyenyak atau nyaman. Makanya Rasulullah selalu terbangun tengah malam untuk beribadah dan berdoa kepada Allah Swt.
     
    Apabila dikamar kita, sudah ada tempat tidur yang empuk di fasilitasi dengan AC yang dingin, silahkan kita gunakan fasilitas itu. Tapi ingat jangan sampai kita kebabalasan tidurnya, sampai-sampai tidak mengerjakan shalat tahajud. Apalagi kebabalasan sampai tidak shalat shubuh. Bahaya tuh.
     
    Ingat "shalat 2 rakaat sebelum shalat shubuh, itu lebih baik daripada dunia dan seisinya".
     
    Apabila ada kesalahan atau kekurangan mohon dikomentari artikel ini. Apa yang kita baca, kita niat amal dan sampaikan. InsyaAllah.
     
     

    Sabtu, 15 Februari 2014

    Adab-adab Istinja (Masuk WC atau Toilet)

    Adab-adab Istinja (masuk dan keluar wc) dalam agama Islam :
    • Sebelum memasuki kamar mandi di sunnahkan membaca doa berikut :
    "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari Syetan laki-laki dan Syetan Perempuan".
    • Memasuki kamar mandi atau wc dengan mendahulukan kaki kiri
    • Dianjurkan memakai alas kaki atau sendal ketika masuk kamar mandi atau wc
    • Dianjurkan memakai tutup kepala baik berupa peci bagi laki-laki dan jilbab bagi wanita atau kain yang penting menutupi kepala ketika didalam kamar mandi, agar setan tidak dapat mengotori kita dengan najis
    • Apabila di kamar mandi atau wc umum, ada baiknya kita mengecek dulu airnya, adakah airnya atau tidak ada.
    • Sebelum Istinja, ada baiknya menyiram sekitar dalam kamar mandi atau wc di dinding maupun lantai. Di khawatirkan di dinding atau lantai wc terdapat najis, maka disiram air terlebih dahulu agar najis tidak mengenai pakaian atau tubuh kita.
    • Buang air kencing sambil jongkok, usahakan jangan berdiri, dikhawatirkan air kencingnya mengenai badan atau celana kita
    • Disunnahkan berdehem sebanyak 3 kali setelah buang air kecil maupun besar, agar semua kotoran keluar sampai tuntas.
    • Berhati-hatilah dengan percikan air kecing karena itu najis. Rasulullah SAW bersabda bahwa kebanyakan siksa kubur disebabkan karena tidak berhati-hati ketika beristinja.
    • Tekan perut kita ketika buang air besar
    • Bersihkan qubul dan dubur kita setelah buang air kecil ataupun buang air besar
    • Dilarang membawa atau membaca lafazh Allah SWT atau Muhammad SAW atau ayat-ayat Al Quran atau hadist kedalam kamar mandi atau wc. Berhati-hatilah apabila anda memiliki hp yang didalamnya ada aplikasi Al-Qurannya.
    • Jangan telanjang bulat ketika di dalam kamar mandi atau wc. Jika ingin mandi gunakan pakaian basahan.
    • Jangan berbicara atau bernyanyi ketika berada dalam kamar mandi atau wc
    • Tidak boleh buang air kecil atau besar dengan menghadap atau membelakangin kiblat. Jika toilet menghadap kiblat, ada baiknya kita serong badan kita sedikit.
    • Tidak boleh menjawab salam ketika berada di kamar mandi atau wc. Apabila ada orang di luar kamar mandi mengucapakan salam atau nyahut, kita yang ada di kamar mandi jangan menjawabnya, cukup menjawab dengan isyarat atau berdehem.
    • Tidak boleh mandi berdua di dalam kamar mandi atau wc, kecuali suami istri
    • Jangan melihat kemaluan
    • Jangan makan dan minum apalagi merokok ketika berada di dalam kamar mandi atau wc
    • Tidak boleh buang air kecil atau besar di air yang tergenang, di lobang binatang, di bawah pohon yang sedang berbuah, atau di bawah pohon yang biasa dijadikan tempat berteduh.
    • Jangan berlama-lama di dalam kamar mandi atau wc, dikarenakan kamar mandi atau wc tempat tinggalnya setan atau jin
    • Keluar dari kamar mandi atau wc dengan mendahulukan kaki kanan
    • Membaca doa setelah keluar kamar mandi : 
     "aku mohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran dariku, dan telah menyehatkanku".

    Jika ada kesalahan atau kekurangan mohon dikomentari artikel ini. Admin akan segera merespon komentar dari anda. Mari kita saling Bermuzakaroh tetang ilmu agama.

    Selasa, 11 Februari 2014

    Adab Makan dan Minum

    Kaum kafir menyerang kaum Muslimin bukan hanya memurtadkan kaum muslimin (misionaris) atau menyerang secara fisik (perang) saja. melainkan mereka menyerang kaum muslimin dengan cara membuat tandingan sunnah agar kaum Muslimin dalam kehidupannya jauh dari pada sunnah.

    Contoh yang paling sederhana saja, mengenai makan dan minum. Liat saja di restoran-restoran, rumah-rumah makan atau kafe-kafe, kaum kafir menyusupkan alat-alat tandingan sunnah. mereka memasukkan metode makan dengan menggunakan garpu dan pisau.

    pisau ditaruh disebelah kanan, sedangkan garpu ditaruh disebelah kiri. garpu berfungsi menahan makanan, dan pisau memotong makanan. tanpa kita sadari makanan yang telah terpotong dan tertusuk garpu yang dipegang oleh tangan kiri, dan langsung kita makan. ini merupakan kesalahan jika kita memasukan makanan ke dalam mulut kita dengan menggunakan tangan kiri. Masih banyak lagi contoh-contoh bagaimana kaum kafir menjeremuskan kaum muslimin.

    Dalam Agama Islam, Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan makan dan minum mengunakan tangan kiri. Rasulullah juga tidak pernah mengajarkan makan dan minum dengan berdiri atau berjalan.
    Oleh sebab itu di sini penulis ingin menuliskan mengenai adab - adab makan dan minum dalam agama Islam :

    • Sebaiknya kita memastikan bahwa makanan yang kita makan adalah halal dan toyib, tidak syubhat apalagi haram.
    • Hendaknya senantiasa menutup aurat.
    • Sebelum makan, hendaknya mencuci tangan di air yang mengalir.
    • Sebaiknya kita yang menunggu makanan, bukan makanan yang menunggu kita.
    • Di sunnahkan mencicipi garam terlebih dahulu sebelum makan dengan ujung jari. Manfaatnya adalah dapat menghilangkan 70 penyakit.
    • Di sunnahkan memakan buah-buahan sebelum makan dengan membaca doa :
     "Ya Allah berkahilah kami dalam buah-buahan kami".
    • Jika makanan datang, maka disambut dengan doa :
     "Ya Allah, Berkahilah pada kami rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka".
    • Di sunnahkan makan berjamaah.
    • Piring atau nampan, disunnahkan dialasin dengan sufrah (kain alas). dan ketika menghamparkannya membaca doa :
    "Ya Allah, luaskanlah untuk kami dari keberkahan-Mu, rahmat-Mu, Rezeki-Mu, dan Karunia-Mu".
    • Di sunnahkan makan menggunakan tangan, bukan memakai sendok.
    • ketika memasukkan suapan pertama hendaknya membaca :
     "Dengan menyebut nama Allah dan atas keberkahan dari Allah".
    • Apabila kita lupa membaca doa sebelum makan, dan ingat ketika sedang makan, maka ucapkanlah :
     "Dengan nama Allah pada awalnya dan pada akhirnya".
    • Jangan memakan makanan ataupun minuman yang masih panas.
    • Jangan meniup makanan ataupun minuman.
    • Jangan mencela atau menghina makanan. Kalau suka, makan; tapi kalau tidak suka diam dan tinggalkan.
    • Tidak di sunnahkan makan di meja makan.
    • Dilarang makan dan minum sambil berdiri.
    • Dilarang makan dan minum menggunakan tangan kiri.
    • Apabila akan minum, pegang gelas dengan tangan kanan dan jari kelingking berada di bawah gelas.
    • Jangan minum dengan sekali teguk habis, tetapi hendaknya tiga kali tegukan diawali dengan "Bismillah" sebelumnya dan "Alhamdulillah" setelahnya.
    • Apabila minum susu, hendaknya kita membaca doa :
     "Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami di dalamnya dan berilah tambahan kepada kami darinya".
    • Ketika makan jangan membicarakan urusan duniawi, karena itu adalah perbuatan orang Yahudi, dan jangan juga diam, karena perbuatan itu adalah amalan orang Nasrani. Sebaiknya ketika makan kita membicarakan kebesaran Allah atau berzikir dengan membaca :
     "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, dan kepada-Mu kami bersyukur".
    • Apabila makanan jatuh, hendaknya dipungut. jika kotor maka dibersihkan dulu, lalu dimakan dengan tangan kanan, karena kita tidak tahu di mana letaknya keberkahan makanan.
    • Isilah perut kita dengan 1/3 makanan, 1/3 air, 1/3 udara. maksudnya makan jangan terlalu kenyang. "Makanlah sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang".
    • Jika telah selesai makan, sebelum mencuci tangan, hendaknya jari-jari kita lumut atau jilat.
    • sesudah makan, mencuci tangan di air yang mengalir.
    • selesai makan bacalah doa :
     "Segala puji syukur bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum dan menjadikan kami dari golongan orang-orang muslim".
    • sehabis makan, lipatlah sufrah (kain alas) sambil membaca doa :
     "Segala puji bagi Allah pujian yang banyak, yang baik, penuh berkah di dalamnya".



    Perbedaan cara makan dan minum kaum Muslimin dengan Kaum Kafir :
    • Kaum Muslimin : makan dan minum yang halah dan toyib, tidak Syubhat apalagi haram.
    • Kaum Kafir : halal haram sama saja yang penting makan.
    • Kaum Muslimin : Makan dan minum senantiasa menutup aurat.
    • Kaum Kafir : mau setengah telanjang ataupun telanjang yang penting makan.
    • Kaum Muslimin : Mendahulukan makan buah terlebih dahulu, setelah itu makan.
    • Kaum Kafir : buah sebagai makan penutup.
    • Kaum Muslimin : Di sunnahkan makan duduk melantai.
    • Kaum Kafir : mau duduk, mau berdiri, atau mau baring yang penting makan.
    • Kaum Muslimin : Makan dan minum menggunakan tangan kanan.
    • Kaum Kafir : pakai tangan kanan atau kiri sama aja yang penting makan. 
    Semoga dengan artikel adab-adab makan dan minum ini, kita niat mengamalkan dan menyampaikannya. Sehingga jangan sampai ada lagi keluarga kita, saudara, kerabat dan umat Islam seluruh dunia tidak mengikuti cara makan dan minumnya kaum kafir.
    Apabila ada kekurangan atau tambahan ataupun kesalahan mohon di komentari artikel ini.
    Marilah kita saling Bermuzakaroh.

    Adab Memasak

    Kebanyakan di kalangan kita kaum wanita baik itu ibu rumah tangga ataupun para remaja, pekerjaan memasak adalah salah satu pekerjaan yang wajib bisa kita lakukan. Ciri dari wanita Shalihah diantaranya adalah memasakan makanan bagi suaminya dan anak-anaknya.

    Islam agama yang sempurna, secara detail telah mengajarkan kita bagaimana menggunakan adab-adab dalam kehidupan sehari-hari. begitu pula dalam hal memasak. 

    pekerjaan memasak juga mempunyai beberapa adab. Apabila kita menggunakan adab-adab tersebut, InsyaAllah makanan yang kita masak akan mendatangkan keberkahan, dan waktu masak kita akan dianggap sebagai ibadah.

    Adab-adab Memasak di antara :
    • Sebelum kita memasak ada baiknya kita bermusyawarah dengan keluarga. kita tanyanya kepada suami dan anak-anak kita, "mau makan apa hari ini atau mau di masakan apa hari ini". 
    • Masaklah makanan yang halal dan toyib, hindari dari syubhat atau meragukan kehalalnya.
    • Apabila kita akan memasak, sebaiknya berwudhu dulu.
    • Senantiasa menutup aurat.
    • Ada baiknya sebelum memasak, kita melaksanakan shalat sunah dua rakaat.
    • Ingat berdoa kepada Allah SWT agar masakan kita enak dan berkah
    • Doa masuk ke dapur :


    "Ya Tuhan kami, berilah kami rahmat yang besar dari sisi-Mu dan persiapkan petunjuk untuk kami terhadap urusan kami" (18:10).
    • Doa ketika mengambil beras :


    "Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal" (16:96).

    • Ketika mencuci beras, hendaklah membaca doa :
     "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makanan yang lebih baik darinya".
    • Doa ketika membuka panci :
     "Ya Allah berilah keberkahan kepada kami dan berilah kami rizqi yang lebih baik darinya".
    • Doa ketika menaruh beras ke dalam panci :
     "Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan setelah rasa lapar".
    • Doa ketika menaruh beras ke dalam air bersih :
    "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung" (3:200).
    • Mengaduk makanan atau sayur hendaknya dari kanan ke kiri sambil membaca :
     "Tidak ada yang dapat menyatakan hari itu (kiamat) selain Allah" (53:58).
    • Doa pada saat memotong sayur, buah dan ikan dengan membaca :
     "Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu" (2:71).
    • Doa ketika meletakkan panci di atas kompor :
     "maka Allah akan mencukupi kamu dengan mereka dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"(2:137).
    • Apabila  beras yang di beli akan dimasukkan ke dalam tempatnya, bacalah doa berikut ini :
     "Dan Engkau memberikan rezeki kepada orang yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan" (3:27).
    • Agar makanan menjadi lezat, bacalah Shalawat 3 kali dan Istighfar 3 kali.
    Apabila kita belum bisa menghafal atau lupa doa-doa tersebut, maka dengan mengucapkan "Bismillahirrohmanirrohim" dalam setiap melakukan pekerjaan, InsyaAllah pekerjaan tersebut akan bernilai Ibadah.
    InsyaAllah dengan menggunakan adab-adab memasak di atas, masakan kita akan semakin lezat. Masakan kita lezat, suami dan anak-anak kita makin betah tinggal dirumah. Kasihankan kalau sering-sering suami atau anak-anak kita suka jajan diluar yang tidak jelas kehalalannya.
    Jika pembaca artikel ini melihat ada kesalahan, atau tambahan adab-adab memasak mohon beri komentar, selanjutnya saya akan mengedit artikel ini.
    marilah kita saling berbagi ilmu khususnya tentang agama Islam.